close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

terapkan perwali 36, Prof Rudy minta aparat perbatasan tidak sulitkan masyarakat

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin meminta aparat perbatasan untuk tidak menyulitkan masyarakat pada saat penerapan pembatasan pergerakan lintas antar daerah pada hari Jumat mendatang. Menurutnya, metode pemeriksaan dokumen harus berlangsung mudah dan cepat sehingga tidak menimbulkan antrean kendaraan panjang yang memicu terjadinya kemacetan.

“Hari ini kita sosialisasikan, Insya Allah besok hingga lusa kita uji coba. Mudah-mudahan tidak ada kendala hingga penerapan di hari Sabtu nanti. Saat ini Tim Tugas Penegakan Disiplin di bawah pimpinan Pak Sabri (Asisten Pemerintahan) terus bekerja berkordinasi dengan seluruh Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Kemarin saya juga menemui Pak Bupati Maros dan Pak Bupati Gowa terkait rencana penerapan Perwali yang nantinya tentu berdampak pada daerah tetangga kita. Namun yang paling penting saya ingin tekankan kepada aparat di perbatasan agar jangan menyulitkan masyarakat kita, bikin metode agar tidak terjadi penumpukan kendaraan, cukup periksa dokumen yang diperlukan saja, serta memperbanyak titik pemeriksaan sehingga antrian tidak panjang” ujar Prof Rudy saat diwawancara sejumlah wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, rencana penerapan Peraturan Walikota Makassar nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan penanganan Covid-19 merupakan strategi dalam mengendalikan Covid-19 dengan tetap mempertahankan denyut ekonomi masyarakat. Olehnya itu, kelompok masyarakat yang bekerja di kota Makassar diberi pengecualian, meskipun tetap akan dilakukan Sampling Random Rapid Test.

“Kita tidak ingin mentrasnfer penularan kedaerah, kita tidak hanya menangani kota Makassar, tapi kita juga harus melindungi daerah sekitar. Makassar ini kan ibukota Provinsi, kota penyanggah nasional, makanya harus kita jaga kestabilannya. Kita jangan bawa penularan keluar, warga Makassar yang mau keluar harus kita pastikan tidak menularkan virus di luar, inilah esensi dari pembatasan pergerakan antar daerah ini” lanjutnya.

Rudy berada di Kantor Gubernur Sulsel untuk mengikuti Rapat kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang membahas tentang persiapan Pilkada serentak Tahun 2020 serta Percepatan Penanganan Covid-19 di Sulsel.

Rapat kunjungan kerja ini dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdulllah, serta sejumlah kepala daerah yang akan melangsungkan Pilkada serentak pada bulan Desember mendatang. Saat memberikan keterangan Pers, Tito Karnavian mengatakan pemeriksaan spesimen di Sulsel mengalami peningkatan sehingga angka positif Covid-19 juga meningkat.

“Sebenarnya pemeriksaan sampel secara massif itu membuat kita semakin mudah meminimalkan transmisi penularan, jauh lebih baik dibanding fenomena gunung es, kelihatan angkanya kecil namun yang tidak terdeteksi jauh lebih banyak. Yang kita butuhkan adalah edukasi ke masyarakat, mari kita gunakan semua pendekatan, baik formal maupun informal. Libatkan semua tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, pihak-pihak yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Tito juga membagikan buku yang berisi hasil riset kesehatan yang dilakukan sejumlah negara tentang metode penanganan pandemi Covid-19.

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Sejumlah Seniman Jadi Juri Lomba Festival Aksara Lontaraq 2020

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Sejumlah seniman senior akan jadi juri lomba yang dihelat sekaitan dengan penyelenggaraan Festival Aksara Lontaraq 2020. Serangkaian lomba diadakan bukan saja untuk memeriahkan Festival Aksara Lontaraq, tapi sekaligus sebagai cara memasyarakatkan aksara lontaraq untuk berbagai segmen usia dan jenjang pendidikan.

“Lomba-lomba yang nanti kita adakan adalah cara mendekatkan kembali aksara lontaraq ke masyarakat. Karena itu kita mengajak para seniman dan budayawan untuk bersama-sama dalam gerakan ini,” jelas Mohammad Hasan, SH, MH, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, saat rapat panitia di Lantai 2 Gedung Perpustkaan dan Kearsipan Provinis Sulsel, Selasa, 7 Juli 2020.

Rapat ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Upi Asmaradhana, yang merupakan Founder dan CEO KGINetwork. Rapat dihadiri sejumlah seniman yang akan memberikan penilaian terhadap lomba-lomba yang diadakan. Mereka yang hadir, yakni penulis dan sutradara teater Yudhistira Sukatanya, sutradara teater, Bahar Merdhu, pelukis tanah liat, Zaenal Beta, sastrawan Idwar Anwar, penulis buku Rusdin Tompo, penulis dan pendidik Labbiri, penerjemah lontaraq Mullar, akademisi dan peneliti royong Dr Asis Nojeng, serta pekerja buku Nasrul Djajariah. Hadir pula pustakawan senior dan staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, antara lain Syahruddin Umar, Heri Rusmana, dan Nilma Maddi. Di jajaran tim juri juga tercatat nama Rimba, perupa, Chaeruddin Hakim, peneliti kelong, Muhammad Idris dan Jumadi Mappanganro, jurnalis.

Dalam rapat itu, panitia dan dewan juri membahas syarat-syarat dan teknis lomba, form pendaftaran serta cara pengiriman hasil lomba. Proses dan tahapan perlombaan akan dimulai 11 hingga 30 Juli 2020. Adapun lomba yang akan diadakan adalah lomba kaligrafi, lomba menulis aksara lontaraq, lomba membaca cerita, lomba menulis esai, dan lomba stand up comedy, yang kesemuanya berkaitan dengan pengenalan, penanaman pemahaman serta pemaknaan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sulawesi Selatan.

Ketua Dewan Juri, Yudhistira Sukatanya, menjelaskan bahwa masing-masing segmen lomba punya tujuan dan target tertentu. Katanya, tujuan lomba untuk masing-masing tingkatan adalah untuk tingkat SD, yakni mengenalkan dan lebih mendekatkan tradisi lontaraq sejak dini kepada anak-anak. Untuk tingkat SMP bertujuan untuk mengaktualisasikan kembali pembelajaran lontaraq. Sedangkan tingkat SMA/SMK, bertujuan untuk mendorong peserta mulai mendalami lontaraq (pendalaman). Sedangkan untuk tingkat mahasiswa dan umum tujuannya untuk mengajak peserta lebih mengapresiasi dan mengambil peran dalam gerakan literasi lontaraq.

Zaenal Beta mengaku senang bisa mengambil peran dalam kegiatan yang biasa diistilahkan sebagai gotong royong kebudayaan ini. Menurutnya, sangat jarang teman-teman seniman berada dalam satu even bersama.

“Ini kegiatan menarik, karena mampu diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, dengan cara yang kreatif,” akunya.

Panitia dan dewan juri menggaransi penilaian untuk setiap mata lomba akan dilakukan secara fair sesuai kriteria yang dipersyaratkan. Para seniman dengan nama besarnya ini tentu akan menjaga integritasnya sebagai juri.

“Karena kita tidak hanya hendak menyukseskan lomba tapi juga menjaga muruah pelaksanaan Festival Aksara Lontaraq,” tegas Yudhistira Sukatanya.(*)

read more
DaerahNews

Segera Terapkan Pembatasan Pergerakan Wilayah, Pj Walikota Makassar Temui Bupati Gowa dan Bupati Maros

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin akan segera menerapkan memberlakukan pembatasan pergerakan lintas antar daerah. Aturan yang tertuang di Peraturan Walikota Nomor 36 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 tersebut rencananya memasuki tahap sosialisasi pada hari Rabu, kemudian tahap uji coba pada hari Kamis Jumat.

“Insya Allah, Sabtu nanti kita sudah lakukan penerapan. Kenapa Sabtu, karena dianggap pergerakan orang dihari Sabtu lebih minimalis, sehingga kita lebih mudah untuk melakukan evaluasi agar pelaksanaan di hari berikutnya lebih lancar. Pada prinsipnya kita ingin pastikan orang yang keluar atau masuk dari Makassar bukan Carrier atau pembawa virus sehingga potensi memaparkan ke daerah lain itu bisa di antisipasi. Apalagi saat ini beberapa warga di daerah diketahui terpapar setelah berkunjung ke Makassar” ujar Rudy saat diwawancara oleh wartawan di Balaikota Makassar, Selasa (7/7/2020).

Pada pasal lima di Perwali tersebut, menjelaskan bahwa setiap orang yang keluar masuk ke kota Makassar wajib melengkapi diri dengan surat keterangan rekomendasi Covid-19 dari gugus tugas, rumah sakit atau puskesmas dari daerah asal dan berlaku selama 14 hari sejak diberlakukannya.

“Hanya saja kita akan kecualikan terhadap pihak yang berperan sebagai penggerak ekonomi di Makassar, misalnya pedagang, tukang batu, anggota TNI, anggota Polri, Aparat Sipil Negara, buruh, termasuk warga Mamminasata yang bekerja di Makassar. Namun tetap saja kita akan berlakukan Sampling Random Rapid Test kepada mereka” lanjut Prof Rudy.

Dalam menerapkan kebijakan ini, Prof Rudy juga melakukan kordinasi langsung dengan Bupati Maros, HM Hatta Rahman di Kantor Bupati Maros, dan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di Kantor Bupati Gowa.

Dalam pertemuan ditempat berbeda itu, kedua Kepala Daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar tersebut mendukung langkah preventif yang dilakukan Pemkot Makassar dalam melandaikan penyebaran virus Covid-19.

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Temui Prof Rudy, IDI Apresiasi Gerakan Bersama Lawan Covid-19

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap Pencanangan gerakan bersama percepatan penanganan Covid-19 yang di inisiasi oleh Pemerintah Kota Makassar. Sekertaris IDI Kota Makassar dr. Nur Ashari, M.Kes. Sp.GK berharap gerakan edukasi massif ini berjalan sistematis hingga ke tingkat RTRW, sehingga kepatuhan terhadap protokol kesehatan semakin tercipta dari waktu ke waktu.

“Kami mendukung gerakan ini, makanya harus digaungkan terus agar semakin banyak yang peduli, apalagi semangatnya untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat sehingga tercipta solidaritas dan menjadikan Covid-19 sebagai tanggungjawab bersama. Edukasi massif dan juga langkah preventif yang dilakukan Pemkot Makassar sudah sangat tepat, termasuk rencana pembatasan akses masuk dan keluar Makassar sebagai episentrum penularan virus, kami berharap daerah juga melakukannya” ujar dr. Nur Ashari saat berbicara dengan Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin di Balaikota Makassar, Selasa (7/7/2020).

Hal senada diungkapkan Dr dr Andi Muh Takdir Musba SpAn KMN, delegasi IDI Makassar yang juga merupakan Dokter anestesi. Menurutnya, eduksi sangat penting demi melawan informasi hoax yang berpotensi meruntuhkan moral tenaga medis.

“Ibarat main bola, tenaga kesehatan ini layaknya kiper yang menjadi pertahanan terakhir. jika ini bobol maka segala yang dilakukan di hulu menjadi sia-sia. Saat ini banyak dokter yang terpapar, sehingga penanganan di hulu sudah sangat penting dilakukan. Makanya gerakan bersama ini harus terealisasi hingga kelapisan terbawah masyarakat kita. Jika kita massif satu bulan ini, maka peluang kita melandaikan tingkat pemaparan sangat terbuka” ujarnya.

Sementara itu, Prof Rudy Djamaluddin mengatakan gerakan pencanangan bersama percepatan penanganan Covid-19 merupakan hasil pengamatan dilapangan, diskusi, buku, serta laporan-laporan ilmiah di internet tentang pola penanganan Covid-19 yang lebih efisien.

“Di seluruh dunia, semua masih bergulat menemukan formula hang tepat. Makanya tentu saja masih ada eror disana sini, Malang yang kita lakukan adalah Learning by doing, bekerja sambil terus belajar. Ibarat air yang mengalir, kunci penanganan bukan menyiapkan wadah, tapi menjadikan air mengalir sekecil kecilnya dengan mengendalikan di hulu. Makanya kita harus memastikan semua orang menggunakan masker, karena masker menghambat penularan hingga 98,5. Selebihnya itu ditutupi dengan jaga jarak dan rajin cuci tangan” ujar Rudy.

Ada tiga langkah yang menurut Rudy sedang massif dilakukan yakni edukasi massif, preventif massal, dan pengawasan massif.

“Edukasi massif sedang kita lakukan termasuk pengawasan dengan melibatkan seribu tim gabungan TNI Polri dan Pemkot Makassar. Perwali 36 tentang percepatan penangan Covid juga sedang di finalisasi, mudah-Mudah2an ini perwali terakhir yang bisa melandaikan virus ini” ujarnya.

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Terapkan Standar Covid – 19, Sekda Makassar Angkat Sumpah 461 PNS

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar M Ansar mengangkat sumpah 461 PNS (Pegawai Negeri Sipil) Lingkup Pemkot (Pemerintah Kota) Makassar di Ruang Sipakalebbi, Balai Kota, Selasa (7/07/2020).

Kegiatan seremonial ini dihelat dengan menerapkan standar atau protokol Covid – 19 di mana hanya ada 14 PNS yang hadir di Ruang Sipakalebbi, sementara 447 lainnya mengikuti penyumpahan secara daring (dalam jaringan). Mereka mengikuti prosesi penyumpahan dengan khidmat.

PNS yang diangkat sumpahnya hari ini merupakan formasi tahun 2018 tahun anggaran 2020 dengan tiga kelompok keahlian yaitu tenaga teknis 50 orang, tenaga kesehatan 55 orang, dan tenaga pendidik 357 orang yang 18 orang diantaranya lulus melalui jalur K2, dari 461 PNS yang diangkat sumpahnya, ada 431 orang golongan III, dan 31 orang golongan II.

Sekda M Ansar mengingatkan tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan kepada PNS tidaklah mudah yang harus dijalankan dengan semangat pengabdian yang tinggi, berpegang teguh pada prinsip, nilai dasar, serta kode etik dan perilaku PNS.

“Saya berharap prosesi ini tidak hanya sebatas tahapan awal sumpah atau janji PNS tetapi lebih kepada menjadi jati diri sebagai aparatur yang konsisten dalam menerapkan kedisiplinan, jiwa pengabdian, dan meningkatkan prestasi kerja serta menjunjung tinggi etika pelayanan publik sebagai abdi negara, dan abdi masyarakat,” pesan Sekda M Ansar.

Pengangkatan sumpah dan janji PNS merupakan amanat Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2015 tentang ASN, dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 jo Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS yang mensyaratkan CPNS sebelum diangkat sebagai PNS wajib mengangkat sumpah atau janji PNS. (innang)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Festival Aksara Lontara 2020 Dimulai, 7 Negara Berpartisipasi

LANGITKU NETWORKS, Makassar, Festival Aksara Lontara 2020, resmi dilaunching, Kamis (25/06/2020). Peresmian festival tahunan ini dilakukan secara virtual, di tengah situasi pandemi covid-19.

Peluncuran Festival Aksara Lontaraq yang pertama ini ditandai dengan peluncuran logo secara virtual yang diringi pukulan gendang Tunrung Pakanjjara oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando, di dampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh Hasan Sijaya dan Founder CEO KGI Network Upi Asmaradhana.

Festival Aksara lontaraq Tahun 2020 lewat virtual dengan aplikasi zoom, ini digelar di Lt. 2 Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, dipandu MC komika Baba Ong dan Duta Baca Sulsel Rezky Amalia Syafiin dan diikuti sekitar tiga puluh undangan yang hadir di lokasi acara serta ratusan peserta dari sejumlah negara, diantaranya: Belanda, Malasyia, Singapura, Australia, Selandia Baru dan Rusia.

Acara yang dikemas dalam protokol kesehatan Covid-19 ini juga diikuti Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Abdul Hayat Gani, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ina Kartika Sari, Prof. Dr. Nurhayati Rahman (Pakar Filologi dan Naskah La Galigo), Sharyn Graham Davies, PhD (Associate Professor Sekolah Bahasa dan Ilmu Sosial, Universitas Teknologi Auckland, Selandia Baru), Alwi bin Daud, MA, cand., PhD, (University Malaya, Malasyia) dan Dr. Kathryn Wellen (Researchers di KITLV Leiden University, Belanda).
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh budayawan, akademisi serta masyarakat peduli lontaraq antara lain: Yudistira Sukatanya, Rusdin Tompo mantan Ketua KPID Sulsel, penulis sekaligus novelis Idwar Anwar, Pustakawan senior Syahrudin Umar dan Heri Rusmana,

Panitia Festival Aksara Lontaraq 2020, Upi Asmaradhana (Founder dan CEO KGINetwork) dalam sambutannya mengatakan, festival ini adalah sebuah gerakan kebudayaan yang disebutnya sebagai gerakan gotong royong. Aksara lontaraq, merupakan aset terbesar yang dimiliki sulsel, bisa menjadikan identitas budaya sulsel di masa-masa yang akan datang.

“Gagasan dari festival ini, untuk menjaga anak-anak dan budaya kita. Kita juga berharap, festival ini bisa menjadi event tahunan ke depannya,” sambung Upi.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Hasan Sijaya, di awal sambutannya dengan aksen dan tutur bahasa Makassar mengatakan, Pappasang battu ri mangkasara, salama ki kepada peserta.

Pada abad 16 sampai 20 Masehi, aksara ini masih di jajaran Sulsel, namun penerapannya terbatas dalam kehidupan sehari-hari. Hal yang menarik disini, leluhur kita dulu, sebelum memberikan pesan ke anak-cucunya, ketika ingin merantau ke suatu daerah, pesannya adalah jaga hartkat dan martabatmu, melalui pappasang aksara lontaraq,” lanjut Kadis yang juga hobby menyanyi lagu daerah Sulsel.

Dewan Pengarah Panitia Festival Prof Nurhayati Rahman, menilai festival ini adalah sebuah gerakan budaya yang mesti didukung semua pihak. “Ini sebuah momentum yang luar biasa. Selama berpuluh-puluh tahun kita baru bisa menggelar acara seperti ini lagi,” kata peneliti naskah kuno I LagaLigo ini.

Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Ia juga berjanji akan bekerjasama dan membantu panitia dan masyarakat untuk menjadikan aksara Lontaraq sebagai bagian dari kelembagaan pemerintah.

“Kita merespon baik gagasan ini. Insya Allah saya dan DPRD Sulsel siap berkontribusi dan bekerjasama,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani mengatakan, era globalisasi ini merupakan tantangan bersama bagaimana produk budaya tetap dicintai dan digunakan oleh anak bangsa. Resistensi terjadi, pengaruh dari luar juga demikian, sehingga budaya yang dimiliki harus dikembalikan agar berjaya di tanah sendiri.

“Tentu, kita ingin mengembalikan kejayaan ini. Bagaimana adat kita rawat dan jaga dengan baik,” kata Abdul Hayat Gani.

Ia mengapresiasi langkah penyelenggara serta para penggiat budaya. Pemprov Sulsel mengapresiasi proses-proses yang terjadi dalam festival ini dan upaya pelestarian aksara Lontaraq.

Langkah lainnya, yakni memperkuat sistem pendidikan yang ada. Terutama hadirnya sekolah atau institusi pendidikan budaya seperti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulsel.

“Sehingga apa yang kita lakukan ini merupakan pembangunan untuk kejayaan Provinsi Sulawesi Selatan,” sebutnya.

Festival Aksara Lontaraq ini sendiri akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan sejak dimulai 25 Juni 2020. Tanggal 11 hinggga 30 Juli, lomba aksana lontaraq tingkat SD hingga universitas dan masyarakat umum. Tanggal 29 Agustus 2020 mendatang, menyelenggarakan Konferensi dan Seminar Internasional Aksara Lontaraq. Dalam acara launching ini juga tampil penyanyi dari Pangkep yaitu duo Arman Pio dan Andi Putri Ananda Ahmad yang terkenal dengan lagu-lagu bugisnya serta Muhammad Alifi musisi dari jeneponto yang konsisten mempopulerkan lagu-lagu berbahasa Makassar. (jalu)

read more
DaerahNews

DPRD Sulsel Dukung Prof Rudy Cegah Penyebaran Covid-19 di Makassar

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Langkah cepat Pemerintah Kota Makassar mencegah penyebaran Covid-19 mendapat dukungan dari berbagai pihak. Yang terbaru berasal dari DPRD Sulawesi Selatan. Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menyampaikan pihaknya akan menjadi bagian dari gerakan bersama yang digalang oleh Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin sebagai jalan keluar menghentikan penyebaran virus di Makassar.

Hal ini ungkapkan Andi Ina Kartika Sari didepan Rudy Djamaluddin saat melakukan kunjungan kerja di Gedung Balaikota Makassar, Senin (6/7/2020).

“Kekuatan leadership Pak Prof Rudy dalam memimpin birokrasi Pemkot Makassar sangat menentukan dalam penanganan Covid kedepan. Apalagi banyak pamong-pamong senior berpengalaman yang mendampingi bekerja mengawal setiap kebijakan yang dikeluarkan Pak Prof” ujar Ina Kartika.

Kunjungan kerja DPRD Sulsel ini juga di hadiri oleh sejumlah anggota legislatif lainnya seperti Selle KS Dalle, Rudy Pieter Goni, Rahman Pina, serta Risfayanti Muin.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Selle KS Dalle, anggota legislatif dari fraksi Partai Demokrat. Selle berharap Makassar dibawa kepemimpinan Rudy mampu membuat langkah yang cepat dan tepat dalam membebaskan Makassar dari belenggu wabah Corona.

“Kedatangan kami menemui langsung Pak Pj Walikota untuk memberikan komitmen dan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun dari sisi anggaran demi mengantarkan kita dari situasi saat ini kembali ke situasi normal. Edukasi massif yang ditempuh Pemkot Makassar kami anggap sebagai langkah strategis menciptakan kesadaran publik. Malah kami tambahkan saran agar tercipta sebuah tagline bersama yang kuat, sehingga daya pesannya mampu tertanam di wilayah bawah sadar publik dan menjadi kepatuhan saat beraktifitas. Gerakan bersama yang dibangun oleh Prof Rudy sangat penting didukung oleh seluruh elemen, mengingat ini kepentingan kita bersama” ujar Selle.

Sementara itu Rudi Peter Goni menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap kebijakan Pemkot Makassar sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kota Makassar yang notabene bagian dari konstituen yang di wakilinya.

“Tidak akan pernah kita tinggalkan warga yang kini sedang berjuang menghadapi virus berbahaya ini. Selama kebijakan itu efektif menurunkan angka penularan virus, DPRD pasti dukung penuh” tegasnya.

Sementara itu, Prof Rudy mengaku bersyukur atas dukungan yang terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, termasuk legislatif DPRD Sulsel.

“Langkah yang kita lakukan tidak boleh sepotong-sepotong, peluang penyebaran virus ini harus dihentikan dari semua lini. Dalam konteks perang, semua langkah harus diperhitungkan, jangan sampai energi yang kita keluarkan terbuang percuma tanpa hasil yang efektif” ujarnya.

Lanjutnya, karakter warga Makassar berjiwa pejuang. Makanya edukasi massif yang dilakukan untuk membentuk kesadaran dan kepatuhan bersama dan menjadi kekuatan untuk memotong mata rantai penyebaran virus ini.

“Langkah preventif massif juga terus kita lakukan, baik itu penyemprotan disinfektan secara massif hingga ditingkat RTRW, Rapid tes massal, termasuk rencana penerapan perwali yang mengatur pembatasan wilayah baik ingin masuk maupun keluar dari Makassar” lanjutnya.

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

SD Negeri Borong Perkuat Digitalisasi Pembelajaran

LANGITKU NETWORKS, Makassar – “Kita ini sudah memasuki era IT, era digital. Jadi jangan ketinggalan. Ini era new normal yang pembelajarannya lebih banyak melalui daring,” begitu kata Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, Kepala SD Negeri Borong, pada saat membuka “Inhouse Training Pembuatan Website Sekolah”, pada Sabtu, 4 Juli 2020.

Itulah yang jadi alasan sekolah yang terletak di Kecamatan Manggala, Makassar, ini mengadakan “Inhouse Training Pembuatan Website Sekolah”, dengan tema Publikasi Sekolah untuk Penguatan Pembelajaran”. Menariknya, pelatihan ini tak hanya diikuti oleh guru-guru, tapi juga tenaga kependidikan, secara daring dan luring.

Setiap pembelajaran di sekolah memang perlu dipublikasi agar orangtua dan masyarakat umum mengetahui apa yang dilakukan serta capaian prestasi yang ditorehkan murid-murid dan sekolahnya. Apalagi jika pembelajaran dan keberhasilan itu berupa inovasi dan praktik cerdas karena bisa memberi motivasi dan inspirasi.

Sejauh ini, SD Negeri Borong telah memanfaatkan teknologi untuk berbagai keperluan, mulai dari rapat guru dengan pemanfaatan aplikasi zoom meeting, hingga pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi Covid-19. Jadi, pelatihan ini untuk penguatan dari apa yang sudah dilakukan.

Hendriati Sabir mengungkapkan, pernah di tempat lamanya bertugas, sekolahnya membuat website tapi tidak terkelola dengan baik. Karena itu, dia berharap website SD Negeri Borong ini bisa senantiasa mempublikasikan aktivitas sekolah, dan yang dilakukan murid-muridnya di luar sekolah, tapi berkaitan dengan pembelajaran.

“Ini bagian dari keterbukaan dan transparansi, jadi perlu dipublikasikan, termasuk e-rapor yang tidak bisa dipermainkan,” paparnya.

Ditambahkan oleh kepala sekolah yang baru saja terpilih sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Manggala itu bahwa website ini mesti mampu dimanfaatkan oleh para guru untuk mengasah keterampilan menulis mereka. Dia mendorong supaya sekolah-sekolah lain juga melakukan hal yang sama.

Inhouse Training ini menampilkan dua pemateri, yakni Rusdin Tompo, seorang penulis dan pewarta warga, serta Arifandy Ahmad, support IT yang lama berkecimpung sebagai broadcaster.

Rusdin Tompo, yang dikenal sebagai fasilitator Sekolah Ramah Anak (SRA) menjelaskan, kehadiran website ini akan memantik kreativitas dan pengembangan program lainnya, seperti jurnalis cilik dan publikasi karya-karya anak. Orangtua juga bisa diajak teribat dengan pendekatan jurnalisme warga untuk memperkuat pembelajaran dan publikasi sekolah.

“Di website kita ini, nanti ada menu yang khusus diperuntukkan bagi murid, guru, dan orangtua. Tinggal bagaimana dimanfaatkan, sesuai standar pemberitaan,” kata Rusdin Tompo, yang membina ekstrakurikuler literasi beberapa tahun terakhir di SD Negeri Borong.

Sementara Arifandy Ahmad menyampaikan bahwa fungsi website ini sangat beragam. Bisa sebagai media informasi, komunikasi, edukasi, bahkan promosi. Kelebihan website karena kapan dan di mana saja orang bisa mengakses dan melihat aktivitas dari sekolah, sepanjang itu dipublikasikan.

Usai pelatihan akan ada pendampingan dan asistensi agar pengelolaan website dapat dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah. Agar website ini terkelola dengan baik, akan dibuatkan struktur pengelolanya sehingga jelas tupoksi dari guru-guru dan tenaga kependidikan yang diberi amanah mengelola website tersebut.(*)

read more
DaerahNews

Canangkan Gerakan Penanganan Covid 19, Rudy Target Akhir Juli Kurva Menurun

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Kota Makassar sebagai ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki episentrum tertinggi terhadap penyebaran virus Covid 19 membuat pemerintah Kota Makassar harus sesegera mungkin melakukan langkah serius menekan angka penyebaran.

Keseriusan itu ditunjukkan dengan melakukan pencanangan gerakan bersama percepatan penanganan virus corona (covid 19) yang dikemas dalam bentuk upacara resmi. Upacara itu dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah.

Dalam sambutannya, Penjabat Wali Kota Makassar, Prof. Rudy Djamaluddin mengatakan pencanangan bersama ini dilakukan atas tiga langkah utama yakni edukasi massif.

Kedua kegiatan perspentif massal seperti melakukan disinfektan massal dan pembatasan pergerakan keluar masuk kota Makassar. Ketiga, saling bersinergi antara seluruh elemen yang ada.

“Tiga langkah ini kami yakini bisa cepat menurunkan angka-angka positif covid di Makassar. Kita ingin perkecil potensi -potensi penularan dengan langkah tersebut. Seperti mematuhi protokol kesehatan pastinya. InsyaAllah kalau masyarakat patuh kita bisa menemukan puncak penyebaran dan kita akan melihat kurva menurun di akhir bulan juli ini. Itu target kami,” ucap Rudy.

Tak hanya tiga unsur tersebut, Rudy juga akan segera mengeluarkan perwali untuk mendukung lancarnya proses penekanan penyebaran virus.

“Mungkin kamis atau hari jumat minggu ini,” cetusnya.

Rudy menjelaskan dalam pergerakannya kedepan ia akan menyasar 15 kecamatan, 153 Kelurahan, 900 RW, 4000an RT, 325 cafe dan resto, 415 warung kopi, 18 pasar tradisional, 11 pusat pembelanjaan atau mall serta tempat umum lainnya.

“Sesegara mungkin kita akan membentuk tim untuk memassifkan kegiatan ini yakni kita bentuk 1000 orang dari RT/RW, 1000 personil TNI Polri, unsur organisasi, seluruh camat, 14 kapolsek, 47 kepala puskesmas, seluruh lurah, Seluruh babinsa dan kambtimas akan bergerak menjalankan tiga unsur yang tadi,” jelasnya.

Rudy berharap semoga kegiatan pencanangan ini bisa berjalan dengan maksimal agar paparan penyebaran virus ini dapat segera terkendalikan.

Harapan tersebut senada dengan harapan besar Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah. Ia menegaskan jika kasus penyebaran Covid 19 di Kota Makassar terselesaikan maka 80 persen kasus positif di Sulawesi Selatan ikut terselesaikan.“Covid 19 ini kalau makassar selesai, 80 persen kasus positif di Sulsel selesai. Kemarin saya kumpulkan seluruh bupati dan wali Kota, keluhannya satu tolong selesaikan soal kasus makassar. Banyak warga kita kembali ke daerah malah menjadi penular ke daerahnya,” ungkapnya.

Karenanya, gerakan ini lahir dengan harapan agar pemerintah Kota Makassar bisa lebih bersinergi bersama seluruh jajarannya.

“TNI polri sudah bekerja maksimal dan kita harap pemerintah kota bersama camat, lurah dan rt/rw bisa berkalaborasi dengan baik lagi. Apalagi didiukung oleh tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pendidik. Maka penyebaran virus ini bisa cepat terselesaikan,” ujarnya.

Nurdin pun telah menyiapkan reward untuk RT/RW yang berhasil mengeluarkan daerahnya dari zona merah.

“Siapa cepat dia yang dapat itu reward. Ini sudah lama kita siapkan,” pungkas Nurdin. (*).

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Shalat Jumat di Masjid Almarkaz, Prof Rudy Ajak Jamaah Terapkan Protokol Kesehatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Hampir tidak ada ruang yang dilewatkan Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Dhamaluddin untuk menggelorakan semangat melenyapkan wabah Virus Covid-19 yang telah merebak di Kota Makassar sejak beberapa bulan terakhir. Sepeti yang terlihat saat berbicara usai menunaikan shalat Jumat berjamaah di Masjid AL Markaz AL Islami Makassar, Jumat (3/7/2020).

Ditempat ini, Rudy mengajak seluruh Jamaah untuk menjadi bagian dari gelombang perubahan cara hidup dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

“Watak orang Makassar itu memiliki karakter pejuang. Ini modal besar bagi kita untuk mengendalikan Covid, mengenali cara penularannya dan mengetahui cara menghindarinya. Mengubah pola hidup menjadi lebih bersih, mewajibkan diri selalu menggunakan masker setiap beraktifitas diluar, selalu mencuci tangan dan yang juga sangat penting menjaga jarak dengan orang disekitar kita. Sebenarnya cukup itu saja formulanya untuk melenyapkan virus itu” ujar Rudy didepan para jamaah masjid AL Markaz AL Islami.

Rudy mengaku tengah menggalang kekuatan bersama seluruh elemen masyarakat, baik itu kalangan ulama, organisasi pemuda, kalangan pengusaha, komunitas ibu-ibu, seluruh jajaran pemerintahan, termasuk seluruh jajaran RTRW untuk solid mengibarkan semangat perlawanan terhadap pandemi ini.

“Mari kita saling mengingatkan. Perjuangan melenyapkan virus ini tidak akan bisa kita menangkan jika hanya pemerintah saja yang bergerak, semuanya harus terlibat. Saya juga akan memberikan reward kepada RTRW yang mampu mengubah lingkungannya yang zona merah menjadi hijau sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah. Kami juga sudah menekankan ke kalangan pengusaha untuk menerapkan seluruh poin penting protokol kesehatan di tempat usahanya masing-masing” ujar Rudy.

Rudy juga mengapresiasi jajaran pengurus Yayasan Masjid Al Markaz yang telah menerapkan protokol kesehatan untuk seluruh jamaah yang datang beribadah.

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
1 208 209 210 211 212 222
Page 210 of 222