close

Sains & Techno

Sains & Techno

Sejarah Sepeda dan Asal Muasal Namanya

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Di masa New Normal, makin banyak orang yang bersepeda. Tapi tahu nggak sih dari mana asal namanya? Ini dia sejarah sepeda.

Sekarang ini kita lihat bersepeda kembali menjadi tren. Demi kesehatan di masa pandemi Corona, orang-orang beralih ke sepeda supaya bisa wira-wiri sambil jaga jarak. Orang Inggris menyebutnya ‘bicycle’ tapi orang Indonesia menyebutnya sepeda. Dari mana sebenarnya nama ini berasal?

Dihimpun  dari berbagai sumber, asal mula nama Sepeda berasal dari kata Velocipede yang diperkenalkan pemerintah kolonial Belanda tentang sebuah alat transportasi baru di awal abad ke-20. Pramoedya Ananta Toer dalam novel Anak Semua Bangsa menceritakan Velocipede sebagai sebuah penemuan penting saat itu yang dibawa ke Hindia Belanda.

“Ini yang dinamai kereta-angin, Tuan-tuan, Velocipede. Bikinan Jerman sejati. Kencang, cepat seperti angin. Sang angin juga yang punya urusan maka penumpangnya tidak jatuh. Duduk aman di sadel, kaki sedikit berayun. Dan… penumpang dan kereta melesit seperti anak panah!” tulis Pram dalam novel Anak Semua Bangsa, Bab 14 halaman 433.

Kembali ke sejarah sepeda, jadi siapa penemu Velocipede? Memang bukan orang Belanda, tapi orang Jerman namanya Baron Karl Von Drais. Dilansir dari website Museumjocas.nl pada 1817, Von Drais menciptakan kendaraan roda dua dari kayu dengan setir, tapi tanpa pedal.

Cara mengendarainya ya seperti yang ditulis Pram dalam novelnya. Untuk melajunya langsung menggunakan kaki dengan diayun mendorong ke tanah. Von Drais menamai kendaraan itu sebagai Velocipede. Di akhir abad ke-19, orang-orang juga menyebutnya sebagai Draisine dari kata Von Drais.

Karl Von Drais pun dikenal sebagai Bapak Sepeda. Dia dianggap sebagai penemu sepeda. Dari dialah sepeda modern lahir seperti yang kita kenal. Beberapa inovasi menyempurnakan bentuk sepeda yang dibikin oleh Von Drais.

Asal nama Bicycle

Gambar rancang bicycle (Getty Images/iStockphoto)

Sejarah sepeda tidak lepas juga dari asal muasal nama bicycle. Velocipede temuan Von Drais mendapat penyempurnaan inovasi mulai tahun 1860-an oleh beberapa penemu Prancis termasuk Pierre Lallement, Pierre Michaux dan Ernest Michaux. Dilansir dari History, mereka menambahkan pedal ke roda depan.

Dari situ lahirlah nama bicycle yang artinya dua roda. Karena ada lagi varian lainnya yaitu monocycle, satu roda dan tricycle, tiga roda. Namun dua roda ini yang paling populer.

Eugene Meyer dan James Starley membuat inovasi lagi dengan membesarkan ukuran roda depannya dan disebut Penny-farthings. Sepeda dengan roda depan besar ini sangat populer tahun 1870-1880 sampai melahirkan kelab dan olahraga balap sepeda yang pertama.

Inovasi terakhir dilakukan 1885 oleh orang Inggris, John Kemp Starley. Karena Penny-farthings kurang aman, dia menggabung bentuk awal velocipede yang ukuran bannya sama dengan model pedal dan rantai.

Dari situ lahirlah model pertama dari sepeda modern. Ukuran ban depan dan belakangnya sama, ada pedal dan rantai sepeda.

Itulah sejarah sepeda. Meski hari ini sepeda sudah semakin canggih, sepeda kuno Penny-farthings tetap digunakan oleh komunitas penggemar sepeda antik terutama di Eropa. Sama saja di Indonesia dimana masih banyak komunitas penggemar sepeda ontel.

(fay/afr)

 

 

source : Fitraya Ramadhanny – detikInet

 

read more
Sains & Techno

5 Fitur Baru WhatsApp Hadir di Ponsel Kamu

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Facebook kembali memanjakan pengguna layanan pesan instan terbesar di dunia. 5 fitur baru Whatsapp hadir di ponsel kamu.

“Kami senantiasa fokus pada usaha dalam menyediakan cara yang simpel, andal, dan privat bagi pengguna untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga. Terlebih lagi, kami juga terus memperbarui desain produk untuk memastikan WhatsApp selalu menjadi media penghubung yang paling bermanfaat bagi siapa pun, di mana pun,” terang WhatsApp dalam keterangan resminya.

Stiker Animasi

Stiker adalah salah satu cara berkomunikasi yang paling digemari di WhatsApp. Ada miliaran stiker dikirim pengguna setiap hari. Kini pengguna bisa menggunakan stiker animasi agar membuat komunikasi kamu lebih menyenangkan dan ekspresif.

Kode QR

Fitur baru WhatsApp ini membuat proses penambahan kontak baru jadi sangat mudah. Jadi ketika mendapat kenalan baru, kamu cukup memindai kode QR untuk menambahkan kontak mereka.

Alhasil tidak perlu lagi mengetik satu per satu nomor telepon untuk menyimpan kontak.

Mode Gelap

Kini mode gelap hadir di web dan desktop. Fitur baru WhatsApp ini akan memberikan kenyamanan pada mata saat mengaksesnya di komputer saat malam hari.

Panggilan Video Grup

Sekarang panggilan video dapat dilakukan dengan hingga 8 orang. Ketika ingin fokus ke layar peserta tertentu, kamu bisa menekan dan menahan video peserta tersebut untuk memaksimalkan videonya ke layar penuh.

WhatsApp juga telah menambahkan ikon video di chat grup dengan 8 peserta atau kurang. Memudahkan kamu untuk memulai panggilan video grup dengan sekali ketuk.

Status di KaiOS

Fitur baru WhatsApp ini khusus untuk pengguna KaiOS. Kini bisa menikmati fitur populer yang berbagi status terbaru mereka, yang akan hilang setelah 24 jam.

Kapan 5 fitur baru WhatsApp ini bisa dicicipi? Facebook mengatakan mereka akan mengirimkannya secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang.

 

source : Adi Fida Rahman – detikInet

read more
Sains & Techno

Berpikir Negatif Terus-menerus Berkaitan dengan Gejala Alzheimer

LANGITKU NETWORKS – Alzheimer tidak bisa disepelekan dan para peneliti menemukan fakta bahwa tanda awal penyakit ini berkaitan dengan pikiran negatif yang berulang.

Studi ini secara spesifik mempelajari kebiasaan “berpikir negatif secara terus menerus” yang bukan rasa sedih biasa—didefinisikan sebagai proses kognitif yang meliputi kekhawatiran dan perenungan.

Para peneliti menemukan bahwa pola pikir negatif yang obsesif tersebut berkaitan dengan penurunan kognitif dan agregasi protein beta amiloid—protein otak yang terlibat dalam penyakit Alzheimer.

Penting untuk menekankan bahwa penelitian ini masih berada pada tahap awal, memiliki beberapa peringatan dan bersifat observasional. Meski begitu, studi sangat menatik karena memberikan cara baru untuk menguji siapa yang berisiko Alzheimer.

“Memahami faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko dementia merupakan hal vital dalam memperbaiki pemahaman kita mengenai kondisi mengerikan ini. Dan jika memungkinkan, itu bisa dijadikan strategi pencegahan,” papar Fiona Carragher, Alzheimer’s Society Director of Research and Influencing.

“Hubungan yang ditunjukkan antara pola berpikir negatif yang berulang dengan penurunan kognitif sangat menarik meskipun perlu penyelidikan lebih lanjut untuk memahaminya dengan lebih baik,” tambahnya.

Para ilmuwan melihat data dari studi kohort bernama PREVENT-AD—melibatkan 292 orang berusia 55 tahun yang berada dalam kondisi fisik dan kesehatan kognitif yang baik, tapi memiliki orangtua atau saudara kandung yang menderita Alzheimer.

Tim peneliti juga menggunakan data dari 68 orang dewasa sehat dari studi Multi-Modal Neuroimaging in Alzheimer’s Disease (IMAP+).

Semua partisipan dalam studi melengkapi sesuatu yang disebut Perseverative Thinking Questionnaire (PTQ). Berisi 15 pertanyaan yang berfokus pada perenungan tentang masa lalu dan kekhawatiran di masa depan.

Mereka juga melakukan tes depresi dan kecemasan untuk melihat tumpang tindih antara ‘pola pikir negatif yang berulang’ dan kondisi mental lainnya.

Selain itu, para partisipan juga menjalani beberapa tes kognitif yang cukup intens. Peserta PREVENT-AD menjalani 12 tes kognitif yang menganalisis hal-hal seperti kognisi global, memori langsung dan tertunda, fokus, kognisi visuospatial dan bahasa.

“Kami menemukan bahwa pola berpikir negatif yang tinggi berkaitan dengan penurunan kognisi global, memori langsung dan tertunda, dalan waktu 48 bulan,” tulis para peneliti.

“Lebih lanjut, pikiran negatif berulang, berkaitan dengan tingkat tau yang lebih tinggi di korteks entorhinal dan dengan amiloid otak dalam dua kohort independen,” imbuh mereka.

Ini terdengar mengerikan, tapi penting untuk dicatat bahwa ini merupakan perubahan yang relatif kecil. Skor rata-rata tes kognitif adalah 100 poin. Selain itu, partisipan yang terlibat dalam studi sudah memiliki risiko Alzheimer.

“Kebanyakan mereka yang ada di studi ini telah diidentifikasi dengan risiko Alzheimer tinggi. Oleh sebab itu, kita perlu melihat apakah hasil ini juga berpengaruh pada populasi secara umum dan bagiaman pola pikir negatuf berulang dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer itu sendiri,” kata Carragher.

Tim peneliti sendiri juga belum bisa mengonfirmasi apakah pemikiran negatif menyebabkan risiko Alzheimer meningkat, atau hubungan sebaliknya.

Namun, studi yang dipublikasikan pada jurnal Alzheimer’s & Dementia, tidak muncul secara tiba-tiba. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mereka yang mengalami kecemasan dan depresi, memiiki risiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer.

 

 

 

source : Science Alert

editor : Gita Laras Widyaningrum

Nationalgeographic.co.id

read more
Sains & Techno

Mengapa Ada Tujuh Hari dalam Seminggu? Berikut Penjelasannya

LANGITKU NETWORKS – Satu minggu itu terdiri dari tujuh hari; ini telah menjadi aturan yang berlaku cukup lama sehingga orang jarang bertanya-tanya mengapa demikian.

Sebagian besar perhitungan waktu kita berdasarkan pergerakan planet, Bulan dan bintang.

Satu hari kita sama dengan satu putaran penuh Bumi pada porosnya. Satu tahun kita adalah jumlah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari, yaitu 365 ¼ hari. Itulah sebabnya kita menambahkan satu hari ekstra pada Februari setiap empat tahun untuk tahun kabisat. Tapi mengatur jumlah waktu minggu dan bulan sedikit lebih rumit. Fase Bulan tidak persis cocok dengan kalender Matahari. Siklus Bulan berlangsung selama 27 hari dan tujuh jam, dan ada 13 fase Bulan di setiap tahun Matahari.

Beberapa peradaban paling awal mengamati kosmos dan mencatat pergerakan planet-planet, Matahari, dan Bulan. Bangsa Babilonia, yang tinggal di wilayah yang kini kita kenal sebagai Irak, merupakan pengamat dan penafsir langit yang lihai. Berkat mereka, kini satu minggu terdiri dari tujuh hari.

Alasan mereka mengadopsi angka tujuh adalah karena mereka mengamati tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Jadi, angka itu memiliki arti khusus bagi mereka. Peradaban lain memilih angka lain–bagi orang Mesir satu minggu itu 10 hari lamanya; atau bagi orang Romawi, delapan hari.

Tata Surya (AlexLMX)

Orang Babilonia membagi bulan berdasarkan pergerakan Bulan menjadi tujuh hari dalam seminggu; hari terakhir pada tiap pekan memiliki signifikansi keagamaan tertentu.

Siklus bulan yang berlangsung 28 hari adalah jangka waktu yang terlalu lama untuk bisa mereka kelola dengan efektif. Orang Babilonia kemudian membagi 28 hari tersebut menjadi empat bagian, masing-masing terdiri dari 7 hari. Angka tujuh tidak terlalu pas untuk bisa bertepatan dengan tahun atau bahkan bulan yang dibuat berdasarkan siklus Matahari, jadi angka tujuh memang menciptakan ketidakteraturan.

Namun, budaya Babilonia begitu dominan di wilayah Timur Dekat, terutama pada abad keenam dan ketujuh sebelum Masehi (SM), sehingga pengaturan minggu dan banyak gagasan lain mereka tentang waktu – seperti satu jam berisi 60 menit – bertahan.

Pengaturan seminggu tujuh hari menyebar ke Timur Dekat dan kemudian diadopsi oleh orang-orang Yahudi yang menjadi tawanan orang Babilonia pada puncak kekuatan peradabannya masa itu.

Budaya-budaya lain di daerah sekitarnya mengikuti gagasan tujuh hari dalam seminggu, termasuk kekaisaran Persia dan Yunani.

Berabad-abad kemudian, ketika Alexander Agung mulai menyebarkan budaya Yunani ke Timur Dekat sampai India, konsep tujuh hari dalam seminggu juga menyebar. Para ilmuwan menduga bahwa India mungkin kemudian memperkenalkan tujuh hari seminggu ke wilayah Cina. Ketika orang-orang Romawi mulai menaklukkan wilayah yang dipengaruhi oleh Alexander Agung, orang-orang Romawi juga bergeser ke gagasan satu minggu tujuh hari.

Kaisar Konstantinus menetapkan bahwa tujuh hari dalam seminggu adalah minggu resmi Romawi dan menjadikan hari minggu sebagai hari libur umum pada 321 Masehi. Gagasan mengenai “akhir pekan” tidak diadopsi sampai zaman modern pada pada ke-20.

Meskipun ada beberapa upaya baru-baru ini untuk tidak lagi menggunakan tujuh hari seminggu, namun hal ini sudah dilakukan begitu lama sehingga menjadi suatu kebiasaan yang sepertinya akan lama bertahan.

 

 

 

source : The Conversation Indonesia

editor : Gita Laras Widyaningrum (Nationalgeographic.co.id)

Artikel ini diterjemahkan dari Bahasa Inggris oleh Agradhira Nandi Wardhana.

Penulis: Kristin Heineman, Instructor in History, Colorado State University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

 

read more
Sains & Techno

Olympus Menyerah dari Bisnis Kamera

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Olympus menjual divisi kameranya ke sebuah perusahaan investasi bernama Japan Industrial Partners (JIP), yang artinya Olympus sudah keluar dari bisnis kamera.

JIP, perusahaan yang mengakuisisi divisi Vaio dari Sony, menandatangani nota kesepahaman yang menyebut Olympus akan memisahkan divisi kamera dan memindahkan semua sahamnya.

Divisi kamera, atau tepatnya divisi imaging, adalah sebagian kecil dari bisnis Olympus. Kini pun divisi tersebut lebih banyak berfokus pada pembuatan peralatan medis, seperti endoskop.

CEO Olympus Yasuo Takeuchi pada 2019 lalu sempat menyebutkan bahwa divisi kamera itu tak akan dijual oleh perusahaan asal Jepang tersebut. Namun kemudian Olympus menarik pernyataan tersebut.

Olympus mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk menghadapi penurunan pasar kamera, yang terus menyusut karena evolusi kamera di ponsel yang semakin bagus. Namun akhirnya mereka memutuskan bahwa cara-cara yang mereka pakai itu tak bisa menghadapi penurunan tersebut.

Sementara JIP dalam pernyataannya mengaku akan melanjutkan pengembangan produk kamera dari divisi yang mereka akuisisi tersebut menggunakan brand yang sudah dimiliki Olypmus, seperti OM-D dan Zuiko, sama seperti yang mereka lakukan pada Vaio.

Divisi kamera Olympus selama satu dekade ke belakang berfokus pada kamera mirrorless dengan format Micro Four Thirds. Mereka mencatatkan kerugian selama tiga tahun berturut-turut.

Olympus dan Jip berencana menandatangani perjanjian yang lebih definitif pada akhir September, dan akuisisinya diperkirakan selesai pada akhir 2020 ini.(asj/fyk)

source : Anggoro Suryo Jati – detikInet

read more
Sains & Techno

Susul Google, Huawei Mobile Service Gaet Makin Banyak Apps Developer

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Google Mobile Service harus mulai bersiap dengan gerakan Huawei Mobile Service (HMS) yang makin kuat dalam pemasaran. Mulai active monthly user hingga aplikasi makin bertambah untuk HMS.

“Huawei Mobile Service adalah software capabilities untuk membangun community, karena Huawei tidak hanya membawa hardware ekosistem tapi juga mengembangkan digital software ekosistem,” kata Lo Khing Seng Deputy Country Director Huawei Device Indonesia di kanal YouTube Huawei Mobile Indonesia, Selasa (9/5/2020).

HMS sendiri sudah ada di 170 negara dan digunakan oleh 400 juta monthly users. Lo Khing Seng menambahkan sudah ada 1,3 juta developer dan partner yang mengembangkan HMS. Ia juga makin pede mengingat chipset Kirin, device, dan cloud base capability yang telah dibuat Huawei sendiri.

“Capability developer nomor 1 yang sudah mereka kembangkan lebih dari waktu 10 tahun sudah kita capai dalam waktu singkat ini, seluruh kit, grow analytics dan monitizing, sudah tersedia sehingga apps developer bisa mengembangkan apps-nya dengan dengan kapabilitas yang sudah lengkap,” sambungnya.

Semua ini kemudian tergabung dengan app galery sebagai aplikasi ekosistem. Huawei bekerja secara global dan dengan pendekatan lokal untuk menentukan top apps dari kategori seperti game, shopping, komunikasi dan media entertainment. Ini menunjukkan, kata Lo Khing Seng, bahwa strategi Huawei tidak mengejar quantity melainkan quality.

“Karena dari jutaan apps yang ada setiap orang hanya meng-install maksimal 80 apps. Dan sekarang kita sudah memiliki lebih dari 55 ribu apps yang sudah digabung. Kamu mengundang semua top apps yang belom bergabung dengan App Gallery untuk bergabung karena kami berkomitmen, dan kami akan bantu promosikan app Anda sehingga lebih populer dan digunakan Huawei users di Indonesia,” tandasnya.(ask/fay)

source : Aisyah Kamaliah – detikInet

read more
Sains & Techno

iPad Air Bakal Adopsi USB Type C

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Ada perubahan menarik yang akan dibawa iPad Air terbaru. Tablet ini disebut-sebut akan menanggalkan port lightning dan mengadopsi USB Type C.

Demikian diungkap laman asal Jepang, Mac Otokara. Mereka mengaku mendapat informasi tersebut dari pemasok asal China.

Disebutkan pula iPad Air terbaru akan mengacu pada iPad Pro 11. Informasi ini selaras dengan bocoran sebelumnya yang menyebut Apple tengah menggarap iPad Air berukuran 11 inch.

Perangkat tersebut bakal hadir tanpa ada tombol home. Meski begitu bukan FaceID yang akan dipakai untuk keamanan.

Apple akan memasang sensor sidik jari di layar. Ini dimungkinkan lantaran raksasa teknologi asal Cupertino itu penggunaan layar mini-LED.

Laman Mac Otakara menyakini iPad Air anyar bakal diumumkan paruh kedua tahun ini. Tablet tersebut akan melenggang berbarengan dengan iPad Mini yang berukuran 9 inch.(afr/fay)

source : Adi Fida Rahman – detikInet

read more
Sains & Techno

Google Tunda Peluncuran Android 11 Beta, Kenapa?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sejatinya Google bakal mengungkap sejumlah fitur baru di Android 11 pada 3 Juni mendatang. Namun kini mereka memutuskan untuk menunda peluncuran tersebut. Apa alasannya?

Dalam kicauannya Jumat (29/5/2020) lalu, Google menyebut kalau sekarang bukan waktu yang tepat untuk merayakan peluncuran tersebut, dan memutuskan untuk menunda acara 3 Juni tersebut.

Google memang tak secara eksplisit mengungkap alasan penundaan tersebut. Namun pengumuman tersebut terjadi hampir bersamaan dengan aksi protes dan kerusuhan yang terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat.

Kerusuhan tersebut dipicu oleh kematian George Floyd yang tewas di tangan oknum polisi di Minneapolis, demikian dikutip  dari The Verge, Minggu (31/5/2020).

Kerusuhan tersebut juga terjadi di banyak kota di Amerika Serikat, termasuk di San Francisco Bay Area, tempat di mana banyak karyawan Google bermukim.

Kematian Floyd memicu aksi protes tak cuma di dunia nyata melainkan juga di dunia maya. Tagar untuk membela pria kulit hitam itu pun mewarnai dunia maya khususnya Twitter.

Lewat tagar #BlackLiveMatters dan #JusticeForGeorgeFloyd berseliweran di lini masa untuk meminta pemerintahan menindak tegas mengenai kasus ini. Kematian Floyd bahkan memicu rakyat turun ke jalan dan bentrok dengan polisi.

Lalu Presiden Donald Trump pun ikut mengomentari peristiwa tersebut, tentunya dengan kicauan yang kontroversial. Trump menyamakan demonstran dengan preman dan memperingatkan bahwa militer sedang dalam perjalanan menuju Minneapolis.

“Para PREMAN ini tidak menghormati memori George Floyd, dan saya tidak akan membiarkannya terjadi. Baru saja berbicara dengan Gubernur Tim Walz dan mengatakan kepadanya bahwa Militer akan terus mendukungnya,” tulis Trump dalam cuitannya.(asj/jsn)

Anggoro Suryo Jati – detikInet

read more
Sains & Techno

Kisah Suku Ainu di Hokkaido, Penduduk Asli Jepang yang Terlupakan

LANGITKU NETWORKS – Masyarakat adat Jepang, Ainu, adalah pemukim awal Hokkaido, pulau utara Jepang. Namun, sebagian besar pelancong tidak pernah mendengar tentang mereka.

Suku Ainu memiliki sejarah yang sulit. Asal-usul mereka suram, tapi beberapa sarjana percaya bahwa mereka adalah keturunan dari penduduk asli yang pernah menyebar ke seluruh Asia Utara.

Ainu menyebut Hokkaido ‘Ainu Moshiri” (Tanah Ainu) dan aktivitas mereka adalah berburu dan memancing. Mereka tinggal di sepanjang pantai selatan Hokkaido.

Namun, sejak restorasi meiji sekitar 150 tahun lalu, orang-orang daratan Jepang mulai bermigrasi ke Hokkaido. Praktik diskriminatif pun dilakukan di Hokkaido dengan Undang-Undang Perlindungan Aborigin Hokkaido 1899–memindahkan Ainu dari tanah tradisional mereka ke area pegunungan yang tandus.

“Ini adalah kisah yang sangat buruk,” kata Profesor Hukum Universitas Hokkaido, Kunihiko Yoshida di halaman BBC (20/05/2020).

Setelah pindah ke pegunungan suku Ainu tak bisa lagi menangkap ikan salmon di sungai dan berburu rusa menurut Yoshida. Mereka juga diminta untuk mengadopsi nama Jepang, berbicara bahasa Jepang, perlahan budaya dan tradisi mereka pun menghilang.

Karena stigmasisasi yang luas, banyak Ainu menyembunyikan nenek moyang mereka. Efek jangka panjangnya terlihat sampai hari ini, sebagian besar penduduk Ainu tetap miskin dan kehilangan haknya secara politis, dengan sebagian besar pengetahuan leluhur mereka hilang.

Para peneliti Jepang dari akhir abad ke-19 hingga 1960-an juga melakukan praktik buruk dengan mengobrak-abrik kuburan Ainu. Mereka mengumpulkan koleksi besar Ainu untuk penelitian mereka dan tidak pernah mengembalikan tulangnya.

Pada April 2019, Ainu diakui secara hukum sebagai penduduk asli Jepang oleh pemerintah. Setelah bertahun-tahun musyawarah, akhirnya tercipta apresiasi yang lebih positif terhadap budaya Ainu dan kebanggaan baru dalam bahasa dan warisan mereka.

“Penting untuk melindungi kehormatan dan martabat orang-orang Ainu dan menyerahkan mereka kepada generasi berikutnya untuk mewujudkan masyarakat yang dinamis dengan nilai-nilai yang beragam,” kata juru bicara pemerintah Yoshihide Suga, seperti dilaporkan dalam The Straits Times(15/02/2019).

Para pelancong dapat melihat informasi tentang Ainu di Sapporo Pirka Kotan (Pusat Promosi Budaya Ainu) di Hokkaido, fasilitas kota pertama di Jepang yang menampilkan penduduk asli, di mana pengunjung dapat menikmati kerajinan tangan Ainu, menonton tarian tradisional dan membayangkan kehidupan Ainu tradisional ketika daerah ini adalah hutan belantara yang luas dan penduduknya hidup di tanah.

Karena 97% penduduk Ainu tinggal di bawah tanah, menurut Jeffry Gayman, seorang Pendidik Antropolog Universitas Hokkaido yang telah bekerja dengan Ainu selama 15 tahun.

Kotan sendiri terletak sekitar 40 menit dengan mobil dari pusat kota Sapporo, ibu kota Hokkaido, pusat dibuka pada tahun 2003 untuk mengajari pengunjung Jepang dan asing lain tentang budaya Ainu dan menyebarkan pesan mereka kepada dunia.

Kotan adalah replika untuk menunjukkan kepada orang-orang seperti apa kehidupan tradisional Ainu. Namun, tidak ada yang tinggal di sana.

Hanya beberapa dari orang Ainu yang tersisa, tersebar di Hokkaido, dengan sebagian besar dari sekitar 20.000 Ainu (tidak ada angka resmi) berasimilasi dengan kota-kota kecil di sekitar pulau.

Meski begitu, para pelancong yang melihat dengan cermat akan dapat melihat jejak budaya mereka di mana-mana. Banyak nama tempat di Hokkaido memiliki asal Ainu, seperti “Sapporo”, yang berasal dari kata Ainu sat (kering), poro (besar) dan hewan peliharaan (sungai) karena lokasinya di sekitar Sungai Toyohira; atau “Shiretoko”–sebuah semenanjung yang menonjol dari ujung timur laut Hokkaido–yang dapat diterjemahkan sebagai “tanah” (siri) dan “titik yang menonjol” (etuk).

source :BBC,Straits Times       editor : Gita Laras Widyaningrum    Nationalgeographic.co.id

read more
Sains & Techno

Sony Rilis ZV-1, Kamera Khusus Vlogger Seharga Rp 11,7 Juta

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sony meresmikan kamera compact barunya, yaitu ZV-1 yang didesain untuk merekam video, tepatnya vlogging, dengan harga USD 799,99, atau sekitar Rp 11,7 juta.

ZV-1 dibuat menggunakan RX100 sebagai basisnya, yaitu kamera compact jagoan Sony yang terbilang populer digunakan untuk vlogging. Namun Sony menambahkan sejumlah optimasi dan fitur baru untuk merekam video.

salah satu fitur tersebut adalah ‘Background Defocus’, di mana penggunanya hanya perlu menekan satu tombol untuk memaksimalkan bokeh di background video.

Sony ZV-1, kamera berbasis RX100 VII yang dibuat khusus untuk para vlogger. Foto: Dok. Sony

Fitur semacam ini sebenarnya bisa didapat dengan memaksimalkan angka diafragma pada lensa, dan juga mengatur lensa pada tingkat zoom maksimal, namun Sony mempermudahnya dengan hanya satu tombol.

Lalu ada juga pengaturan lain bernama ‘Product Showcase’, yang fungsinya adalah memprioritaskan kamera untuk mengatur fokus ke wajah atau produk dibanding objek lainnya. Sama seperti ‘Background Defocus’, fitur ini juga sebenarnya bisa didapat dengan melakukan sejumlah pengaturan, namun di ZV-1 bisa dilakukan dengan hanya satu tombol.

Pengguna RX100 juga disebut bakal sangat mudah beradaptasi dengan ZV-1. Pasalnya kamera ini menggunakan rangka yang sama dan punya kemampuan yang serupa dengan RX100 VII, termasuk merekam video 4K, eye-autofocus, dan lainnya.

Sensor dan prosesor gambar yang dipakai keduanya sama, ada juga port mikrofon built in, serta bermacam aksesoris yang bisa ditambahkan ke dalam kamera compact tersebut. Namun ada sejumlah kelebihan ZV-1 dibanding RX100 VII. Yaitu:

  • Zoom yang lebih kecil namun lensanya punya diafragma lebih besar, yaitu f/1.8. Ini penting untuk para vlogger yang biasanya merekam video dengan jarak lebih dekat dan menginginkan background yang lebih blur.
  • Menghadirkan filter neutral density (ND) secara built in, yang mempermudah perekaman gambar dalam kondisi sangat terang. Baik filter ND maupun lensa 28-70 yang dipakai ini sama dengan yang ada di RX100 V.
  • Mengganti layar yang tadinya diputar ke atas menjadi layar yang bisa diputar ke samping.
  • Meningkatkan kemampuan 3 mikrofon yang ada di bodi kamera serta menyertakan pelindung angin dalam paket penjualan kamera tersebut.
  • Menambahkan indikator perekaman video pada bagian depan kamera dan memperbesar tombol perekaman videonya.
  • Mengganti grip kamera menjadi lebih besar.
  • Menambahkan multi interface shoe untuk tambahan mikrofon dan aksesoris lain.
Sony ZV-1, kamera berbasis RX100 VII yang dibuat khusus untuk para vlogger. Foto: Dok. Sony

Namun ada juga fitur yang dihilangkan dibanding RX100 VII, yaitu:

  • Pop up electronic viewfinder dihilangkan.
  • Tak ada flash.
  • Tak ada pengatur fokus pada lensa, jadi pengaturan fokus harus dilakukan lewat tombol putar di bagian belakang kamera.
  • Tak menggunakan bodi berbahan magnesium, jadi terasa tak terlalu premium dibanding RX100 VII.

Sayangnya Sony tetap mempertahankan port microUSB untuk pengisian baterai ZV-1, sama seperti RX100 VII. Padahal sudah banyak perangkat yang menjadikan USB-C sebagai standarnya, dan penggunaan port microUSB ini hanya akan menambah bawaan kabel charger di tas penggunanya. Belum diketahui kapan ZV-1 akan dirilis resmi di Indonesia, dan berapa harga yang dipatok Sony Indonesia untuk kamera ini.(asj/asj)

Anggoro Suryo Jati – detikInet

read more
1 5 6 7 8 9 12
Page 7 of 12